ENGLISH LEARNING and TEACHING METHOD

ENGLISH  LEARNING and TEACHING METHOD

Compiled by:

 

FIRDHA NARULITA SEPTIARINI

2223092373

VD

TEACHERS TRAINING AND EDUCATION FACULTY

SULTAN AGENG TIRTAYASA UNIVERSITY

2011


1.                   
Apa yang anda ketahui tentang ELT Manangement? Uraikan, serta apa tujuan anda mempelajarinnya.

ELT Management, jika dilihat dari struktur katanya ELT Management berasal dari bahasa Inggris. ELT merupakan singkatan dari Education Learning Teaching, Education secara bahasa diartikan Pendidikan sedangkan Learning diartikan Belajar, dan Teaching di artikan sebagai  Mengajar.
Education atau Pendidikan menurut UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan biasanya berawal pada saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup.
Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bisa (mengajar) bayi mereka sebelum kelahiran.
Learning atau belajar, adalah proses kegiatan pendidikan yang biasanya kalau di sekolah dilakukan oleh murid.
Teaching atau mengajar, adalah proses kegiatan pendidikan dimana biasanya guru meberikan satu pelajaran kepada siswa yang kemudian dipelajari oleh siswa tersebut.
Manajemen berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Dan Manajemen secara istilah adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian, pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia lainnya.

Jadi ELT Manajemen adalah suatu ilmu proses yang mempelajari kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian, pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan pendidikan. Pada mulanya ELT Manajemen adalah Education manajemen. Tujuan dari ELT manajemen adalah mampu menguasai pengetahuan tentang pengelolaan sekolah.
Tujuan saya mempelajari ELT Manajemen adalah untuk mengetahui bagaimana cara mengelola sekolah yang baik dan benar
2.                   Jika ada permasalahan dalam pendidikan di Negara kita, seyogyannya para pemangku pendidikan tidak saling menyalahkan satu dengan lainnya, tetapi dicari alternative pemecahan permasalahaan tersebut. Coba anda uraikan komponen-kompoen pendidikan apa saja yang riskan terhadap masalah tersebut.
Sebenarnya ada banyak sekali permasalahan pendidikan di Indonesia tapi pada umumnya saya hanya akan menuliskan tiga masalah saja, menurut saya masalah ini adalah masalah yang cukup besar. Yaitu :
1.      Kualitas pendidikan yang masih rendah
2.      Pemerataan pendidikan yang kurang merata
3.      Kesempatan pendidikan kurang
Solusi dari masalah tersebut yang pertama untuk kualitas pendidikan adalah perbaiki sistem pendidikan di Indonesia dengan cara tidak memusatkan kedinasan salah satu nya. Untuk pemerataan pendidikan, mendirikan sekolah dan universitas  di daerah daerah terpencil, menyebarkan sarjana di daerah terpencil. Untuk kesempatan pendidikan, memberikan bantuan atau beasiswa kepada siwa atau mahasiswa yang kurang mampu.Komponen-komponen yang riskaan dari masalah tersebut adalah :
1.      Siswa
2.      Mahasiswa
3.      Alumni
3.                   Administrasi dan manajemen termasuk di dalamnya administrasi dan manajemen penndidikan kadang-kadang   mempuyai pengertian yang sama, terkadang mempunyaai pengertian yang berbeda(pengertian sempit dan pennegrti luas). Dengan demikian, secara prinsip akan mempengaruhi operasional pelaksanaan di perkantoran. Atas dasar itu, coba anda uraikan dengan menggunakan berbagai literature :
a.                   Pengaruh dari perbedaan tersebut di tataran konsep dan implementasi.
Berdasarkan etimologi “administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri dari “ad” artinya intensif dan “ministrare” artinya melayani, membantu atau mengarahkan. Jadi pengertian administrasi adalah melayani secara intensif. Dari perkataan “administrare” terbentuk kata benda “administrario” dan kata “administrauus” yang kemudian masuk ke dalam bahasa Inggris yakni “administration” (DR. Hadari Nawawis, 1982). Selain itu dikenal juga kata “administratie” yang berasal dari kata belanda, namun memilki arti yanglebih sempit, sebab terbatas pada aktivitas ketatatusahaan yaitu kegiatan penyusunan dan pencatatan keterangan yang diperoleh secara sistematis. Administrasi sering dikaitkan dengan aktivitas administrasi perkantoran yang hanya merupakan salah satu bidang dari aktivitas adminstrasi yang sebenarnya. Ditinjau dari katanya, administrasi mempunyai arti sempit dan arti luas.
Administrasi dalam arti sempit. Menurut Soewarno Handayaningrat mengatakan “Administrasi secara sempit berasal dari kata Administratie (bahasa Belanda) yaitu meliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, keti-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan” Dari definisi tersebut dapat disimpulkan administrasi dalam arti sempit merupakan kegiatan ketatausahaan yang mliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya.
Administrasi dalam arti luas. Menurut The Liang Gie mengatakan “Administrasi secara luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu”(1980:9). Administrasi secara luas dapat disimpulkan pada dasarnya semua mengandung unsur pokok yang sama yaitu adanya kegiatan tertentu, adanya manusia yang melakukan kerjasama serta mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Manajemen berasal dari bahasa latin yaitu dari adal kata manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. kata-kta itu digabung menjadi kata kerja managere yang berarti menangani, managere diterjemahkan kedalam bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen akhinya management diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi manajemen/ pengelolaan.
 Administrasi sebagai pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang-orang ke arah pencapaian tujuan bersama. Manajemen
proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi

Pengaruh dari perbedaan konsep dan implementasi adalah banyak orang yang mengartikan atau menafsirkan bahwa administrasi itu berbeda dengan manajemen. Tapi pada hakikatnya administrasi sam dengan manajemen karena mempunyai satu tujuan yaitu tercapainya tujuan tersebut secara bersama
b.                  Uraikan pula keefektifan manajemen sekolah/madrasah, apabila lembaga pendidikan tersebut mempunyai program sekolah/madrasah unggul.
o   Tujuan sekolah yang dinyatakan secara jelas dan spesipik.
o   Pelaksanaan kepemimpinan pendidikan yang kuat oleh kepala sekolah.
o   Ekspektasi guru dan staf tinggi.
o   Ada kerjasama kemitraan antara sekolah, orang tua dan masyarakat.
o   Adanya iklim positif dan kondusif bagi siswa untuk belajar
o   Kemajuan siswa sering dimonitor.
o   Menekankan kepada keberhasilan siswa dalam mencapai keterampilan aktivitas yang esensial.
o   Komitmen yang tinggi dari SDM sekolah terhadap program pendidikan.
c.                   Kemukakan pula ragam pendekatan dalam management pendidikan . dan anda disuruh membuat pendekatan versi anda yang sesuai dengan budaya di Indonesia
Pendekatan berdasarkan struktur, Di dalam pendekatan ini ada hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya ialah sebagai berikut:
·         Efektivitas
·         Produktivitas
·         Wewenang
·         Pembagian tugas
·         System informasi manajemen
·         Dan sebagainya
Pendekatan berdasarkan proses Manajemen berdasarkan proses dalam pelaksanaannya meliputi beberapa langkah diantara yaitu sebagai berikut:
·         Planning atau perencanaan
·         Organizing atau pengorganisasian
·         Actuating atau Pelaksanaan
·         Controling atau pengawasan
·         Evaluation atau pengevaluasian
Pendekatan berdasarkan fungsi Dalam manajemen pendidikan pemberian jasa didasarkan atas fungsi oengaturan artinya, ketiga pihak yang terlibat yaitu pemerintah, masyarakat dan keluarga terlibat dal;am dua fungsi sekaligus, yaitu pelayanan dan pengaturan.
Pendekatan berdasarkan pembagian kerja Pembagian kerja dalam manajemen dapat dilakukan paling sedikit ada tiga criteria yaitu sebagai berikut:
·         Pembagian kerja berdasarkan fungsi
·         Pembagian kerja berdasarkan spesialisasi
·         Pembagian kerja berdasarkan wilayah kerja
Pendekatan dalam Manajemen Pendidikan di Indonesia menurut pendapat saya
ü  Pendekatan system, Sistem dapat diartikan sebagai gabungan sub-sub sistem yang saling berkaitan. Organisasi sebagai suatu sistem akan dipandang secara keseluruhan, terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan (sub-sistem), dan sistem/organisasi tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan.
ü  Pendekatan Input dan Output
ü  Pendekatan berdasarkan proses Manajemen, berdasarkan proses dalam pelaksanaannya meliputi beberapa langkah diantara yaitu sebagai berikut:
·         Planning atau perencanaan
·         Organizing atau pengorganisasian
·         Actuating atau Pelaksanaan
·         Controling atau pengawasan
·         Evaluation atau pengevaluasian
Pendekatan berdasarkan fungsi Dalam manajemen pendidikan pemberian jasa didasarkan atas fungsi oengaturan artinya, ketiga pihak yang terlibat yaitu pemerintah, masyarakat dan keluarga terlibat dalam dua fungsi sekaligus, yaitu pelayanan dan pengaturan.
ü  Pendekatan secara Cultural (Budaya), yang dimaksudkan dengan pendekatan budaya adalah pendekatan dengan menyesuaikan antara manajemen dengan budaya atau cultur di tempat tersebut. Mengapa harus pendekatan secara cultur? Karena biasanya, masyarakat di Indonesia tingkat cultural nya sangat tinggi.
4.                  Fungsi-fungsi manajemen pendidikan pada dasarnya sama dengan fungsi-fungsi manajemen perkantoran lainya. Coba anda uraikan fungsi-fungsi tersebut yang dikemukakaan para ahli
Pada umumnya fungsi manajemen pendidikan sama dengan fungsi manajemen lain nya yaitu Planing atau perencanaan, Organizing atau pengorganisasian, Actuating atau pelaksanaan, dan Controling atau pengawasan
1.            Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan secara efesien dan efektif. Setiap perencanan selalu terdapat tiga kegiatan yang dapat dibedakan. Tetapi, ketiga perencanaan tersebut dalam prosesnya tidak dapat dipisahkan antar satu dengan yang lainnya. Ketiga kegiatan itu adalah perumusan tujuan yang ingin dicapai, pemilihan program untuk untuk mencapai tujuan tertentu, dan identifikasi sumber yang jumlahnya selalu terbatas (Nanang Fattah, 2003:49).
Perencanaan berarti tindakan mendeterminasi (menentukan) sasaran dan arah tindakan yang akan diikuti. Hubunganya dengan pendidikan, perencanan pendidikan ialah suatu proses mempersiapkan seperangkat aternatif keputusan bagi kegiatan masa depan yang diharapkan kepada pencapaian tujuan.
 G.R. Terry (Sukarna, 1992: 10) menyatakan bahwa perencanaan adalah pemilihan dan penghubungan fakta-fakta serta pembuatan dan penggunaan pemikiran-pemikiran, asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang, dengan jalan mengembangkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2003: 91) perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan rencana. Dalam suatu rencana ditempatkanlah tujuan yang ingin dicapai dengan dibantu pedoman atau panduan tertentu.
Perencanaan merupakan proses yang sistematis dalam pengembalian keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Perencanaan juga merupakan kumpulan kebijakan yang secara sistematis disusun dan direncanakan berdasarkan data yang dapat dipertanggung jawabkan serta dapat dipergunakan sebagai pedoman kerja. Perencanaan mengandung makna pemahaman terhadap apa yang telah dikaji, permasalahan yang dihadapai dan alternatif pemecahannya. Ini dimaksudkan untuk menentukan prioritas kegiatan yang telah ditentukan secara profesional. Perencanaan program pendidikan sedikitnva mempunyai dua fungsi utama (Mulyasa, 2002: 20).Pertama, perencanaan merupakan upaya sistematis yang menggambarkan penyusunan rangkaian yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga, dan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia yang dapat disediakan. Kedua, perencanaan merupakan pemanfaatan sumber daya secara efesien dan efektif untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan, menghasilkan lulusan yang lebih bemutu dan relevan dengan kebutuhan.
2.            Pengorganisasian(Organizing)
Pengorganisasian merupakan kelanjutan perencanaan. Setelah direncanakan, maka kegiatan yang akan dilakukan dan tujuan yang akan dicapai dikelompokan secara teratur [sistematis]. Dalam menyusun beberapa kegiatan, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pengelompokan kegiatan-kegiatan itu menurut jenisnya; kegiatan mana yang lebih dahulu harus dilaksanakan dan mana yang kemudian, bagaimana hubungan antara kelompok kegiatan-kegiatan itu dan seterusnya.
Menurut G.R. Terry pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan kelakuan yang efektif diantara sekumpulan orang agar mereka dapat bekerja sama secara efisien dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu (Malayd S.P. Hasibuan, 2003: 119).
A.M. Kadarman (2001: 82) mengartikan pengorganisasian adalah penetapan stuktur peran-peran melalui penentuan aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan bagian-bagianya serta hubungan-hubungan dan informasi, baik secara horizontal maupun vertikal dalam struktur organisasi.
Dengan demikian, pengorganisasian dapat diartikan sebagai suatu proses di mana pekerjaan yang ada dibagi ke dalam komponen-komponen yang dapat ditangani. Jadi, organisasi ini merupakan alat untuk mencapat tujuan manajemen. Sebagai alat, organisasi dapat mengatur, nengkordinasi dan menguraikan semua potensi yang dapat diberikan oleh setiap unsur yang ada di dalamnya agar tujuan dapat tercapai dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kunci pertama keberhasilan sebuah organisasi terletak pada kemampuan seseorang manajer dalam mengatur anggotanya.
Pelaksanaan(Actuating)
 Pelaksanaan merupakan bagian dan proses kelompok atau organisasi yang tidak dapat dipisahkan. Adapun istilah yang dapat dikelompokan kedalam fungsi pelaksanaan adalah mengarahkan (directing)memberikan perintah (commanding)memberikan petunjuk (leading) dan mengkordinasikan (coordinating).
Di dalam tahap actuating juga terdapat usaha pemberikan motivasi untuk menanamkan pemahaman tentang landasan pekerjaan yang mereka lakukan, yaitu menuju tujuan yang telah ditetapkan, disertai dengan memberikan dorongan sehingga mereka bisa menyadari dan timbul kemauan untuk bekerja dengan tekun dan baik (Jawahir Tahowi, 1983: 74).
G.R. Tely (l92: 82) mengungkapkan bahwa actuating adalah membangkitkan dan mendorong semua anggota kelompok agar supaya berkehendak dan berusaha untuk mencapai tujuan dengan ikhlas serta serasi dengan perencanaan dan usaha. Usaha pengorganisasian dan pihak pimpinaan. Pekerjaan demikian dinyatakan sebagai tindakan “menggerakan aksi”. Definisi di atas terlihat bahwa tercapai atau tidaknya tujuan tergantung pada bergerak atau tidaknya seluruh anggota kelompok manajemen, mulai dari tingkat atas, menengah sampai bawah.
Adapun rumusan actuating adalah suatu fungsi pembimbing dan pimpinaan serta penggerakan orang agar kelompok suka dan mau bekerja. Jadi, tekanan yang terpenting adalah tindakan membimbing, mengarahkan dan menggerakan agar bekerja dengan baik, tenang dan tekun sehingga dipahami fungsi tugas masing-masing. Untuk terwujudnya keserempakan kerja, tentu harus dimulai dari proses planning, organizing, actuatingdan controlling yang efektif. Oleh karena itu, seorang koordinator berfungsi menjlankanplanning, organizing, actuating dan controlling. Kedudukan koordinator sama dengan manajer.
Pengawasan(Controlling)
Pada dasarnya rencana dan pelaksanaan merupakan kesatuan tindakan walaupun hal ini jarang terjadi. Pengawasan digunakan untuk melihat sejauh mana hasil yang telah tercapai. Pengawasan merupakan proses dasar yang secara esensial tetap berguna bagaimanapun rumitnya suatu organisasi. Pada dasarnya, pengawasan terdiri dari tiga tahap, yaitu:
a)    Menetapkan standar (patokan) pelaksanaan pekerjaan
b)    Mengukur apakah pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan standar
c)    Menemukan kesenjangan, penyimpangan atau ketidaksesuaian (deviasi) antara pelaksanaan pekerjaan dengan standar dan rencana (Nanang Fattah, 2003: 101).
G.R. Terry menyatakan bahwa pengawasan dapat dirumuskan sebagai “Proses penentuan apa yang harus dicapai, yaitu standar apa yang akan dipakai, menilai pelaksanaan pekerjaan, dan bila perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana yaitu dengan standar yang telah ditetapan” (Sukarna, 1992: 110). Menurut Henry Fayol pengawasan adalah “Pengawasan adalah sesuatu yang terjadi sesuai dengan rencana, instruksi yang dikeluarkan dan dengan prinsip-prinsip yang telah ditentukan.” Tujuan dari pengawasan adalah untuk mengetahui sisi kelemahan dan kesalahan dalam suatu kegiatan agar tidak terjadi pengulangan kesalahan” (Sukama, 1992: 111).
Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengawasan merupakan tindakan-tindakan perbaikan dalam pelaksanaan pekerjaan agar segala kegiatan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, petunjuk-petunjuk dan instruksi-instruksi, sehingga tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai. Pengawasan merupakan tindakan penilaian atau perbaikan terhadap bawahan untuk menjamin agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana. Jadi, dengan pengawasan akan diketahui apakah hasil atau prestasi kerja tidak bertentangan dengan sasaran dan rencana yang telah ditetapkan.
Pengawasan dilakukan dengan tujuan agar hasil pelaksanaan pekerjaan yang dicapai berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif) sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi, walaupun planning, organizing dan actuating baik, tetapi apabila pelaksanaan kerja tidak terawasi (sehingga pekerjaan tidak teratur, tertib dan terarah) maka tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Dengan demikian,controlling mempunyai fungsi untuk mengawasi segala kegiatan agar tertuju kepada sasarannnya, sehingga tujuan yang telah ditetapkan tercapai.
Pengevaluasian (evaluating)
Tahap akhir dalam rangkaian fungsi-fungsi manajemen – yang sering kali disebut juga dengan prinsip-prinsip manajemen – adalah tahap pengevaluasian (penilaian). Kegiatan utama pada tahap ini ialah menilai sejuah mana prestasi kerja sudah dicapai dan apakah prestasi itu selaras dengan standar yang telah ditetapkan atau tidak. Jadi, tahap evaluasi merupakan indikator kemajuan atau prestasi kerja. Hasil evaluasi akan menunjukan titik kelemahan dari suatu kegiatan yang telah dilakukan sehingga manajer akan dapat merancang tindak perbaikan di masa mendatang. Dalam kata lain, evaluasi merupakan paramater untuk mengukur apakah suatu organisasi sudah mencapai tujuannya atau belum dan apakah pencapaian itu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan atau tidak.
Menurut T.R. Morisson (dalam Nanang Fattah, 2003: 101) ada tiga faktor penting dalam evaluasi, yaitu: pertimbangan (judgement), deskripsi objek penilaian, dan kriteria yang bertanggung jawab (responsible criteria).
Hubungannya dengan manajemen pendidikan, menurut Nanang Fattah (2003: 108) tujuan evaluasi antara lain:
a.    Untuk memperoleh landasan pertimbangan bagi suatu periode kerja, apa yang telah dicapai, apa yang belum dicapai dan apa yang perlu mendapat perhatian khusus.
b.    Untuk menjamin cara kerja yang efektif dan efesien yang membawa organisasi kepada penggunaan sumber daya pendidikan (manusia, tenaga, sarana prasarana, biaya) secara efesien dan ekonomis.
c.    Untuk memperoleh fakta tentang kesulitan, hambatan, penyimpangan yang dapat dilihat pada aspek tertentu misalnya program tahunan dan kemajuan belajar.
d.    Agar proses pengawasan berjalan secara efektif, maka seorang manajer perlu merumuskan standar keberhasilan dalam setiap pekerjaan yang diawasinya. Penentuan standar mencakup kriteria untuk mengatur pelaksanan pekerjaan. Kriteria tersebut dapat dalam bentuk kualitatif maupun kuantitatif. Standar pelaksanaan adalah suatu pernyataan mengenai kondisi-kondisi yang terjadi bila satu pekerjaan dikerjakan secara memuaskan. Umumnya standar pelaksanaan bagi suatu aktifitas menyangkut kriteria: ongkos, waktu, kuantitas dan kualitas. Dengan mengadaptasi karya Koonts dan O’Donnel, Murdick mengemukakan lima ukuran kritis sebagai standar: fisik, ongkos, program, pendapatan dan standar yang tidak dapat diraba (intangible) (Nanang Fattah, 2003: 101).
5.                  Manjaemen berbasis sekolah dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan di indonesia. Coba anda kemukakan sejarah dan alasan diberlakukannya Manajemen berbasis sekolah di Indonesia.
Sejak beberapa waktu terakhir, kita dikenalkan dengan pendekatan “baru” dalam manajemen sekolah yang diacu sebagai manajemen berbasis sekolah (school based management) atau disingkat MBS. Di mancanegara, seperti Amerika Serikat, pendekatan ini sebenarnya telah berkembang cukup lama. Pada 1988 American Association of School Administrators, National Association of Elementary School Principals, and National Association of Secondary School Principals, menerbitkan dokumen berjudul school based management, a strategy for better learning. Munculnya gagasan ini dipicu oleh ketidakpuasan atau kegerahan para pengelola pendidikan pada level operasional atas keterbatasan kewenangan yang mereka miliki untuk dapat mengelola sekolah secara mandiri.
Umumnya dipandang bahwa para kepala sekolah merasa tak berdaya karena terperangkap dalam ketergantungan berlebihan terhadap konteks pendidikan. Akibatnya, peran utama mereka sebagai pemimpin pendidikan semakin dikerdilkan dengan rutinitas urusan birokrasi yang menumpulkan kreativitas berinovasi.
Di Indonesia, gagasan penerapan pendekatan ini muncul belakangan sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah sebagai paradigma baru dalam pengoperasian sekolah. Selama ini, sekolah hanyalah kepanjangan tangan birokrasi pemerintah pusat untuk menyelenggarakan urusan politik pendidikan. Para pengelola sekolah sama sekali tidak memiliki banyak kelonggaran untuk mengoperasikan sekolahnya secara mandiri. Semua kebijakan tentang penyelenggaran pendidikan di sekolah umumnya diadakan di tingkat pemerintah pusat atau sebagian di instansi vertikal dan sekolah hanya menerima apa adanya.
Apa saja muatan kurikulum pendidikan di sekolah adalah urusan pusat, kepala sekolah dan guru harus melaksanakannya sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya. Anggaran pendidikan mengalir dari pusat ke daerah menelusuri saluran birokrasi dengan begitu banyak simpul yang masing-masing menginginkan bagian. Tidak heran jika nilai akhir yang diterima di tingkat paling operasional telah menyusut lebih dari separuhnya.
Kita khawatir, jangan-jangan selama ini lebih dari separuh dana pendidikan sebenarnya dipakai untuk hal-hal yang sama sekali tidak atau kurang berurusan dengan proses pembelajaran di level yang paling operasional, sekolah.
MBS adalah upaya serius yang rumit, yang memunculkan berbagai isyu kebijakan dan melibatkan banyak lini kewenangan dalam pengambilan keputusan serta tanggung jawab dan akuntabilitas atas konsekuensi keputusan yang diambil. Oleh sebab itu, semua pihak yang terlibat perlu memahami benar pengertian MBS, manfaat, masalah-masalah dalam penerapannya, dan yang terpenting adalah pengaruhnya terhadap prestasi belajar murid. Manajemen berbasis sekolah dapat bermakna adalah desentralisasi yang sistematis pada otoritas dan tanggung jawab tingkat sekolah untuk membuat keputusan atas masalah signifikan terkait penyelenggaraan sekolah dalam kerangka kerja yang ditetapkan oleh pusat terkait tujuan, kebijakan, kurikulum, standar, dan akuntabilitas. Tampaknya pemerintah dari setiap negara ingin melihat adanya transformasi sekolah. Transformasi diperoleh ketika perubahan yang signifikan, sistematik, dan berlanjut terjadi, mengakibatkan hasil belajar siswa yang meningkat di segala keadaan (setting), dengan demikian memberikan kontribusi pada kesejahteraan ekonomi dan sosial suatu negara. Manajemen berbasis sekolah selalu diusulkan sebagai satu strategi untuk mencapai transformasi sekolah.
6.                  Coba anda uraaikan prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum dan program pembelajaran.serta prinsip apa saja yang paling penting (menurut pendapat anda)
Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum, yaitu :
  1. Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebut memiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).
  2. Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
  3. Prinsip kontinuitas; yakni adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
  4. Prinsip efisiensi; yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
  5. Prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Menurut pendapat saya sebenarnya semua prinsip yang ada sangat penting. Karena semuanya saling berkesinambungan dan memiliki fungsi masing-masing dan jika salah satu tidak digunakan pada pengembangan kurikulum bukan tidak mungkin kurikulum yang diberlakukan menjadi tidak sesuai dengan apa yang di inginkan.
DAFTAR PUSTAKA
Fattah Nanang,(2007).Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung. Rosda
Mulyasa (2008) Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung. Grasindo
Purwanto Ngalim (2008)Administrasi dan Supervisi pendidikan .Bandung. Rosda
Sobri Sutikno.(2009).Pengelolaan Pendidikan. Bandung. Prospect
Syaiful Sagala.(2007).Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan.Bandung.Alfabeta
Syarifuddin MPd (2005), Pengelolaan Madrasah Bandung. PSPM
Tim Dosen UPI.(2009).Manajemen Pendidikan. Bandung. Alfabeta
SISDIKNAS No.20 tahun 2003.
http:/www.makalahkumakalahmu.com/29-04-2011/Manajemen Berbasis Sekolah.html
http:/www. djohar1962.blogspot.com/2009/06/ragam-pendekatan-pembelajaran.html
http:/www.samsulraml.blogspot.com/2011/4//elt manajemen.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s