(telat) mencoba menyayangi papa :(

sebelum aku menceritakan tentang penyesalanku yang terlambat menyayangi sosok papaku, aku akan menceritakan dulu silsilah keluargaku.

aku terlahir dari keluarga yang cukup sederhana, aku anak terakhir dari 4 bersaudara yang semuanya perempuan.

teteh ku yang pertama bernama Sari Nalurita Febrianty Suganda lulusan Farmasi Angkatan Darat .

teteh ku yang kedua bernama Santy Nalurita Septianty Suganda lulusan perawat gigi Angkatan Darat dan lulusan kesehatan masyarakat  Stikes Hakli Semarang.

teteh ku yang ketiga bernama Annisa Nalurita Noviyanti Suganda lulusan kebidanan harapan kita jakarta.

dan aku anak bontot bernama Firdha Nalurita Septiarini Suganda sedang menempuh study di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pendidikan Bahasa Inggris.

aku lahir dari pasangan ibu Masfupah dan bapa Rachmat Suganda.

aku mengenal sosok papaku adalah orang yang galak yang hanya bisa marah kalau aku berbuat salah sedikit saja. aku mengenal mamaku sebagai wanita tangguh yang selain menjadi ibu rumah tangga ia juga membantu perekonomian keluarga. mereka pasangan suami-istri yang harmonis dan cukup romantis.

semua kembali berjalan lancar seperti keluarga kecil pada umumnya , sampai akhirnya terjadilah sesuatu yang tak pernah aku duga ataupun aku inginkan dalam hidupku pada saat aku kelas 3 smp aku mendengar kabar mama mengugat cerai papaku. aku tak bisa berfikir apapun, aku ingin bertanya pun tak akan ada yang menjawab, karna aku belum cukup umur untuk tau apa yang terjadi diantara mereka..

3 hari sebelum ujian nasional berlangsung aku dengar gugatan cerai mama diterima oleh pengadilan agama, mama dan papa pun resmi bercerai, tapi bukan hal itu yang menganggu pikiranku. yang menganggu pikiranku adalah mengetahui bahwa papa hanya diam tak berontak, tak menolak apa yang dilakukan mama. jujur saat itu aku kecewa sama papa aku langsung berfikir papa adalah laki-laki pengecut yang tak bisa mempertahankan apa yang seharusnya dipertahankan.

ujianku berjalan lancar, aku lulus dengen nilai yang cukup memuaskan. pada saat kelulusan ku pun aku tak tau kabar papa. aku tak tau dimana papa, aku tak tau beliau tinggal dimana.. aku rindu papa..😥

pada akhirnya papa yang menghubungiku menanyakan kabarku, menanyakan hasil ujianku dan kemana aku akan meneruskan sekolahku.. aku ingat betul papa yang mengantarakn aku untuk MBS waktu itu, beliau tak peduli di tegur oleh senior dan guruku karna mengantarkan aku setiap hari.. ya itu lah papa tak peduli omongan orang selama itu yang membuat dia nyaman..

akhirnya aku lulus SMA dengan nilai yang juga memuaskan (alhamdulillah), seperti kelulusan sebelumnya papa tak ada, papa menghilang entah kemana.. aku kembali merindukan papaku😥

dan akhirnya papa kembali neleponku dengan nada yang sedikit parau, dan bodohnya aku tak tau apa yang sedang papa derita, papa sakit papa terkena diabetes, dan penyakitnya sudah menjalar keseluruh organ tubuhnya..

aku menjalani hari seperti biasa dengan kuliah di satu universitas negeri di daerah Banten, tapi kali ini intensitas hubunganku dengan papa berjalan dengan sangat lancar.. aku mulai menceritakan semua kepada beliau, apa masalahku, apa yang aku hadapi dan sebagainya, papa seorang pendengar yang baik sampai-sampai beliau berkomentar seperlunya saja tapi setiap beliau berkomentar komentar itulah yang memang aku perlukan..

aku sudah semester 3 saat itu dan aku mulai khawatir karna aku selalu dapat kabar kalau papa sakit, penyakitnya selalu kambuh entah kapanpun itu, tapi aku tak bisa berbuat banyak.. berdoa pun sepertinya tak cukup..

diakhir semester 4 aku benar-benar dibuatnya khawatir, papa semakin sering sakit, tapi beliau tak pernah mengeluh sedikitpun, beliau hanya terseyum menyembunyikan rasa sakitnya.

tanggal 20 april 2011 papa masuk rumah sakit, papa mulai melemah, dan tak ada satupun orang rumah memberitahuku.

21 april 2011 malamnya aku pulang tak ada orang dirumah, aku tanya pembantuku kemana orang ruamah dia bilang “semua dirumah sakit neng papa neng kan dirawat” aku marah aku jengkel kenapa ga ada satu pun yang memberi kabar?tak pentingkah aku?aku anak papa aku berhak tau apapun tentang papa! itu kemarahanku dalam hati!

22 april 2011  saat aku ingin pergi bersama teteh (panggilan untuk kaka perempuan dlam bahasa sunda) pertamaku, kami dapat kabar kalau papa anfal papa harus masuk ICU saat itu juga, om (adik ipar papa) meminta persetujuan teteh karna selain dia anak pertama dia juga lulusan farmasi Angkatan Darat. akhirnya teteh kerumah sakit duluan, tak berapa lama aku dapat kabar papa tak jadi masuk ICU karena kembali stabil. aku bernafas lega

tanggal 22 april 2011 jam 13.00 pertama kalinya aku menjenguk papa, aku tak kuasa menahan airmataku, aku melihat papa tak berdaya. di hidungnya ada oksigen, tangan kanannya ada infusan,ditangan kirinya ada suntikan insulin, beliaupun sudah terlihat sesak nafas. aku ingin bertukar tempat dengan papa, aku berdoa ya Allah jangan biarkan jagoan neonku (panggilanku untuk papa) sakit, berikan rasa sakit itu untukku. Entah mengapa aku pun berdoa ya Allah jangan ambil papaku aku tak sanggup hidup tanpanya.. mama pun menyarankan aku menjaga papa menemani penjaga yang biasa menemani papa. aku pun menganguk setuju tapi aku izin ingin pulang mengambil pakain dan istirahat sebentar karna masih lelah perjalan kemarin.

22 april 2011 jam 18.30 kami kembali dapat kabar papa anfal dan harus masuk ke ICU, mama dan teteh langsung berangkat naik motor karna kalau bawa mobil takut terjebak macet, dan aku pun memutuskan naik angkot (angkutan kota). dalam perjalanan aku merasakan hal yang tak mengenakkan hati dan pikiranku tapi aku hanya bisa berpikir positif itu hanya perasaan sesaat.

22 april 2011 jam 19.00 aku sampai rumah sakit dan aku pun berlari, saat itu hatiku patah melihat banyak perawat dan dokter mengelilingi papa, perawat ada yang mencatat denyut nadi papa, ada yang mencatat denyut jantung papa, dokter sedang melakuakn CPR aku melihat mamaku sudah tak berkata beliau hanya bilang pengang tangan papa neng bacain papa shalawat, teteh suadh melakukannya ditelinga sebelah kiri papa, aku tak kuasa melakukannya aku hanya bisa menagis dan menggenggam tangan papaku erat-erat, dokter mulai menghentikan CPR nya , dokter meninggalkan papa, aku mau marah tapi ga bisa..

teteh dan mama pun berbisik ditelinga papa, teteh tetap membisikan shalawat dan mengatakan permohonan maaf karna teh santy (kaka keduaku) tak bisa datang menjenguk karna pekerjaannya disemarang banyak, mama berbisik permohonan maafnya kepada papa.

22 april 2011 19.25 suster ingin melepas semua peralatan ditubuh papaku tapi kau marah kau bilang “jangan sentuh papa, jangan lepas semua alat ini papa ku masih butuh, papaku masih hidup” ua (kaka ipar papa) menenangkan aku dokterpun dtang dan berkata bahwa masih ada 1 nit lagi detak jangung dan nadi papa. aku semakin menggenggam erat tangan papa aku berdoa sekuat tenaga memohon agar papa kembali pulih tapi Allah berkehandak lain.

22 april 2011 jam 19.30 papa benar – benar menghembuskan nafas terakhirnya, aku lemas, mama lemas, semua yang ada diruangan tak percaya papa sudah tiada😥 papa yang baru saja aku sayangi pergi, pergi jauh meninggalkan aku untuk selamanya …

Daddy , if I have just one more day , I will tell you how much I miss you since you been away .

I wanna look into your eyes and see you looking back😦

or sometimes I wanna call you but I know you won’t be there😦

and I wanna you know this :

  • kangen suara kasar papa .
  • kangen omelan2 keras dari papa .
  • kangen ketawa papa yang banyakkkk bgt jeda ny .
  • kangen kulit kasar papa .
  • kangen siku kasar papa .
  • kangen rambut ubanan papa .
  • kangen kumis papa .
  • kangen bau ketek nya papa .
  • kangen perut buncit papa .
  • kangen bunyi kentut papa .
  • kangen cubitan di hidung dari papa .
  • kangen masakan papa .

se-Kasar apapun nada suara mu , itu yang membuat mu GAGAH .

se-Berapa keras nya omelan mu , itu yang membuat kau BERWIBAWA .

se-Banyak apapun jeda di ketawa mu , itu yang membuat mu LUCU .

se-Kasar apapun kulit dan siku mu , itu yang MEMBUAT AKU TERTIDUR WAKTU KECIL .

se-Berapa ubanan rambut mu , se-Berapa buncit perut mu , se-Bau apapun ketek mu , se-Besar apapun bunyi kentut mu itu yang membuat KAU TAMPAN .

sedikit apapun masakan yang kau buat , itu yang MEMBUAT AKU GENDUT SEKARANG .

se-Berapa pun sakit nya cubitan mu di hidung ku , itu yang MEMBUAT AKU SEDIKIT MANCUNG🙂

semua telah menjadi kenangan indah yang papa kasih buat neng , neng akan berusaha jadi yang papa mau .

selamat jalan pa , doa dari neng , mama , teh sari , teh santy , teh ni2s , mas anton , kak idris , dan semua yang sayang sama papa akan selalu menemani hari – hari papa di sana .

kecupkecupkecupkecup buat papa :*

Aku tak mampu mengantar kepergianmu

Langit mendung turut berduka

Orang-orang riuh rendah becerita Tentang segala amal kebaikanmu

Aku datang kepadamu, papa

Semilir di bawah kamboja dan nisanmu

Aku menangis dan berdoa Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu

Kepergianmu seketika mendewasakan aku

Mengajarkan aku betapa penting arti hidup Untuk menjadi berguna bagi sesama

Kepergianmu mengajarku Bagaimana harus mencintai dan menyayangi

Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar

Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya

Hingga saat terakhir hayatmu Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu

Hari ini aku menemuimu, papa Lewat sebait puisi untuk mengenangmu

Bila datang saatnya nanti Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu

Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa

Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya

Papa,

Aku merindukanmu

4 thoughts on “(telat) mencoba menyayangi papa :(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s